Beranda Uncategorized Tonasa “Galau”, Beban Produksi Membengkak

Tonasa “Galau”, Beban Produksi Membengkak

305
0

 

TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Manajemen PT Semen Tonasa yang merupakan bagian tak terpisahkan dari manajemen Semen Indonesia “Galau”. Itu lebih disebabkan oleh  beban produksi yang membengkak, pemasaran anjlok.

***

Geliat industri semen Tanah Air tampaknya masih mengalami tekanan, ungkap Direktur Utama PT Semen Tonasa Subhan, SE, MM, Ak, saat menerima kunjungan silaturrahmi (audiensi) pengurus PWI Kabupaten Pangkep di ruang kerjanya, Senin (9/4/2018).

Dirut PT Semen Tonasa Subhan, SE saat menerima kunjungan silaturrahmi (audiensi) pengurus PWI Kabupaten Pangkep didampingi oleh Sekretaris perusahaan, Fery serta Kepala Biro Humas PT Semen Tonasa, Andi Muh Said Chalid.Sementara  pengurus PWI Kabupaten Pangkep dipimpin langsung ketuanya Drs. H. Bisman didampingi sejumlah pengurus lainnya.

Meningkatnya beban pabrikasi menjadi salah satu penyebab meningkatnya beban produksi perusahaan serta diperparah banyaknya pemain baru di bisnis persemenan nasional, membuat pangsa pasar (market share) PT Semen Tonasa anjlok, kata Subhan.

Direktur Utama Semen Tonasa, Subhan  mengatakan, selain disebabkan  pertumbuhan di sektor ritel yang negatif, juga adanya pemain baru di bisnis semen yang menyebabkan penjualan Semen Tonasa  menurun meski tidak tajam.

Untuk langkah pengamanan, saya kira perlu penghematan cost. Tapi kita optimis, penjualan akan membaik pada pertengahan 2018 ini.

Tahun ini, perusahaan semen yang berkantor pusat di Kabupaten Pangkep itu menargetkan produksi penjualan 7,4 juta ton semen. Target ini ditetapkan dengan melihat peningkatan volume semen 1,4 persen dari yang ditargetkan 2017 dan kenaikan 3,4 persen dari realisasi tahun sebelumnya.

Direktur Utama Semen Tonasa, Subhan, optimistis target itu bisa terealisasi. Setidaknya ada tiga langkah strategis yang akan ditempuh, yakni penjualan di Kawasan Timur Indonesia (KTI),

Pasar dalam negeri khususnya KTI memang masih mendominasi jualan Semen Tonasa selama ini. Namun, ke depan diharapkan ekspor bisa mengimbangi.

Sebelumnya, Semen Tonasa sudah mengekspor semen ke Timor Leste, Filipina, Bangladesh, Singapura, dan Australia. Adapun total penjualan ke mancanegara selama 2017 mencapai 700 ribu ton.

Atas dasar itu, Semen Tonasa akan berekspansi dengan membidik negara tujuan ekspor baru. “Pasar ekspor kita akan masuk di kawasan timur tengah, ada Oman dan Kuwait. Kami juga bidik Afrika Selatan dan sekarang dipermantap ekspor kita ke Australia, ungkap Dirut PT Semen Tonasa..

Subhan  mengungkapkan, alasan kawasan timur tengah dan Afrika Selatan untuk ekspor. Satu di antaranya kuota impor di sana masih kurang.

“Slot kuota impor ke sana itu masih terbuka. Sehingga kita akan coba pengiriman semen ke sana. Pengiriman akan dimulai pada semester kedua ini,” bebernya.

Selain ekspansi ekspor, pasar domestik juga tetap dimaksimalkan. Apalagi sejumlah megaproyek nasional sementara dikerjakan pada 2018 ini.

“Sejumlah megaproyek domestik sementara pengerjaan. Di antaranya, proyek jalan tol di Kalimantan Timur sepanjang 99 kilometer, jalan tol Manado 44 kilometer, stadion dan wisma atlet persiapan PON 2020 di Papua,” paparnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here