Beranda Aktualita Tak Mengenal Lelah, Benahi Sekolah Adiwiyata

Tak Mengenal Lelah, Benahi Sekolah Adiwiyata

36
0

TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Bila ada sosok perempuan kokoh dan tangguh berada dibalik peran kepala UPT SD Negeri 35 Tekolabbua, tak lain dan tak bukan dia adalah Hj. Rohani, S.Pd yang sehari-hari dikenal sebagai pengawas SD wilayah II Pangkajene.
***
Hj. Rohani terbilang orang paling getol memajukan dan mengembangkan sekolah peduli lingkungan di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi. Terbukti, sebanyak 32 sekolah di Kecamatan Pangkajene yang harus diberi perhatian khusus dalam menata lingkungan sekolah masing-masing,
Ia terbilang sosok pemimpin perempuan yang tak mengenal lelah dan tak pernah berkeluh kesah dalam membangun semangat kebersamaan segenap stakeholder pendidikan teristimewa antara kepala sekolah, komite sekolah, dewan guru, dengan orang tua murid serta masyarakat di sekitar untuk bersama-sama menciptakan dan mewujudkan lingkungan sekolah yang berwawasan lingkungan.
Secara harfiah Sekolah berwawasan lingkungan.identik dengan Green school berarti sekolah hijau, namun sebenarnya memiliki makna yang lebih luas dari arti harfiahnya.
Sedangkan pengembangan kawasan sekolah dan pengembangan sistem pendukung yang ramah lingkungan termasuk dalam program pengelolaan lingkungan fisik.

Sekolah berwawasan lingkungan hidup menurut Hj. Rohani adalah sekolah yang menerapkan nilai-nilai cinta dan peduli lingkungan pada sekolahnya. Pengajaran yang berbasis lingkungan dan kesadaran warga sekolah akan pentingnya lingkungan merupakan bagian terpenting dari sekolah berwawasan lingkungan hidup.

Untuk menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan hidup bukan hal yang sulit, asalkan ada niat dari warga sekolah. Kita dapat melihat seperti apa sekolah berwawasan lingkungan hidup dari contoh sekolah-sekolah yang sudah mulai menerapkan prinsip peduli dan berbudaya lingkungan antarfa lain; tata letak sekolah yang rapi dan bersih dari sampah tentu akan dipandang baik dan dapat meningkatkan semangat belajar mengajar. Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk menjadi sekolah berwawasan lingkungan hidup.

Sementara kawasan hijau adalah tempat yang disediakan untuk menanam berbagai macam tumbuhan yang biasa disebut taman. Taman sekolah biasanya sering membentuk suatu ekosistem yang berisi berbagai macam tumbuhan. Tumbuhan yang biasa ditanam adalah tumbuhan yang membuat udara sejuk, tanaman obat, dan lain sebagainya. Hal terpenting adalah taman tersebut harus rapi, indah, dan terawat.

Disini memang dituntut adanya kesadaran warga sekolah untuk dapat menjadikan sekolah berwawasan lingkungan hidup. Karena dengan adanya kesadaran, terciptanya sekolah yang berwawasan lingkungan akan lebih mudah. Semua itu dari warga sekolah itu sendiri. Jika mereka peduli maka sekolah akan bersih terawat sedangkan bila mereka tidak peduli maka sekolah pun akan kotor tak terawat. Tahapan penilaian Program Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi Sulawesi Selatan saat ini telah menjelang tahapan verifikasi lapangan.

Adapun yang diverifikasi dalam tahapan ini adalah dokumen fisik (hardcopy) tentang 4 komponen penilaian Adiwiyata diantaranya Kebijakan Berwawasan Lingkungan, Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan, Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif dan Pengelolaan Sarana Prasarana Pendukung Ramah Lingkungan.

“Kesemua dokumen tersebut harus sesuai dengan yang dipresentasikan pada tahap awal penilaian aplikasi,” pengawas SD Wilayah II Pangkajene Hj. Rohani saat bincang-bincang dengan wartawan anda, Sabtu (13/4/2019).
Disebutkannya, di 2019 ini sekolah yang akan dinilai sebagai sekolah adiwiyata tingkat provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 11 sekolah, masing-masing; SD Negeri 3 Jagong, SD Negeri 7 Tekolabbua, SD Negeri 9 Baru-baru Tanga, SD Negeri 10 Bonto Mangape, SD Negeri 18 Tumampua I, SD Negeri 28 Tumampua II, SD Negeri 31 Tumampua V, SD Negeri 35 Tekolabbua, SD Negeri 47 Baru-baru Towa, SD Negeri 51 Toli-toli serta SD Negeri 58 Baru-baru Utara.
Tugas dari tim penilaian adiwiyata ini adalah memverifikasi terhadap calon penerima penghargaan adiwiyata berdasarkan kriteria penilaian. (sn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here