Beranda Pendidikan Tahun Depan, Semua SMP Ikut UNBK

Tahun Depan, Semua SMP Ikut UNBK

61
0


TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Insyaallah, tahun depan atau tahun pelajaran 2020 – 2021 semua lembaga pendidikan menengah pertama di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
***
Itulah sebabnya melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se Kabupaten Pangkep akan diupayakan dan diperjuangkan agar semua SMP, Madrasah Tsanawiyah Negeri/Swasta di daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep memiliki komputer sesuai kebutuhan masing-masing sekolah, ungkap Ketua MKKS SMP Kabupaten Pangkep, Alimuddin, S.Pd.,M.Si saat bincang-bincang wartawan anda via telepon selulernya, Jum’at (5/4/2019).
UNBK mampu meredam kecurangan-kecurangan yang selama ini dikeluhkan dan juga sebagai bahan pertimbangan bagi PTN dalam menyaring calon mahasiswanya lewat jalur SNMPTN maupun SBMPTN.
Menurut Alimuddin ada beberapa manfaat yang harus diperhatikan secara serius mengapa UNBK ini sangat perlu untuk dipertahankan sebagai ujian yang sifatnya berkelanjutan secara nasional; Pertama, UNBK telah mampu menempatkan siswa sebagai pelaku teknologi yang bermanfaat, dimana mereka dihadapkan pada kemampuan untuk mengoperasikan perangkat komputer dan mengaplikasikan pengetahuan belajar TIK mereka selama ini dalam tajuk UNBK. Walau terkesan gampang karena hanya klik pake mouse dan hanya mengetik username dan pasword, walau terkesan enteng, dianggap simpel dan tidak bermanfaat, ternyata pengenalan tombol keyboard dan fungsinya masih perlu diajarkan kepada seluruh siswa. Kenapa? Karena fakta yang terjadi di lapangan begitu adanya. Banyak siswa yang belum paham dan mampu mengetikkan tanda (*) dengan baik. Tidak tahu perpaduan tombol keyboard mana untuk menghasilkan karakter apa. Misalnya: untuk mengetik karakter (*) pada pasword, maka yang ditekan secara bersamaan adalah tombol keyboard secara bersamaan: SHIFT + ANGKA 8, tetapi yang terjadi adalah : siswa tersebut menekan tombol SHIFT tetapi dilepaskan dan jari yang lainnya menekan angka 8, maka yang terjadi adalah muncul angka 8 dan siswa bingung karena karakter PASWORD di sembunyikan dengan simbol (******).
Terkesan sepele memang, tetapi itulah yang terjadi di lapangan. Belum lagi banyak siswa tidak bisa membedakan fungsi tombol CAPSLOCK dan tombol SHIFT + huruf yang diketik untuk membuat huruf besar di awal Username, sehingga membuat kami menyimpulkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tahun ajaran baru ini kembali mengaktifkan mata pelajaran TIK secara nasional dan intens diajarkan di seluruh sekolah tanah air.
Toh, gurunya sudah ada kok, laboratoriumnya sudah ada kok dan anggaran untuk UN yang sudah terkontrol dengan baik dengan adanya sistem UNBK ini bisa dialokasikan untuk pengadaan komputer ke seluruh sekolah negeri di tanah air ini, sehingga pelan tapi pasti UNBK bisa dilaksanakan secara nasional dan menyeluruh hingga ke pelosok-pelosok tanah air.
Kedua, UNBK ini walau hanya sedikit persentasenya, namun telah mampu menumbuhkan sikap dan minat belajar untuk mempersiapkan diri siswa dengan baik, sebab tidak terdengar lagi iming-iming ‘kunci jawaban’ yang dengan mudah didapat. Tetapi berusaha untuk belajar, walau masih terlihat banyak siswa yang asal menjawab dan memilih cerita-cerita dengan temannya, belum lagi mampu menumbuhkan sikap disiplin terhadap diri dan waktu, dimana siswa ‘dipaksa’ untuk disiplin hadir sesuai dengan sesi ujiannya dan tidak boleh terlambat, apalagi tidak hadir, karena ini akan sangat merugikan dirinya sendiri.
Ketiga, dengan UNBK ini yang menurut siswa soal-soalnya kebanyakan perpaduan soal-soal UN dua tahun sebelumnya dan setara dengan soal-soal Perguruan Tinggi Negeri, maka diharapkan UNBK ini kedepannya bisa menjadi solusi juga dalam menerima mahasiswa baru seutuhnya, artinya tidak ada lagi ujian-ujian lain, tetapi berpatokan pada nilai UNBK sehingga menghemat biaya, terjamin kejujurannya dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia karena sudah mengutamakan kejujuran dan kalau ingin dapat nilai bagus, maka harus belajar dengan baik.
Walau secara nasional nilai rata-rata UN menurun dari tahun 2016, tetapi satu hal yang memberikan nilai positif adalah meningkatnya nilai integritas, kejujuran dan keterbukaan sistem penilaian UN. Sehingga pelan tapi pasti UNBK nantinya akan menghilangkan proyek UN yang selama ini sudah dilabeli setiap kali hajatan UN diberlakukan. Dengan UNBK ini sangat diharapkan peran semua pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan di tanah air termasuk di daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep dengan menghasilkan peserta didik yang mengutamakan nilai-nilai karakter yang baik daripada menghalalkan segala cara hanya untuk menggapai angka di rapor atau izazah yang sangat tinggi tetapi tidak bisa dipertanggung jawabkan. Semoga! (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here