Beranda Pendidikan Sistem Zonasi, Enyahkan Istilah Sekolah Unggulan

Sistem Zonasi, Enyahkan Istilah Sekolah Unggulan

42
0


TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Sistem zonasi tidak hanya berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menurutnya, hal itu juga berkaitan dengan penataan pendidikan.
***

Bahkan, sistem zonasi mengenyahkan istilah sekolah favorit, sekolah andalan maupun sekolah unggulan dan sebagainya, ungkap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Pangkep, H. Syarkawi Ramly, SE.,MM di sela-sela rapat koordinasi dan halal bi halal di gedung pertemuan SMK Negeri 2 Pangkep, Kamis (13/6/2019).

“Jangan salah dipahami terkait sistem zonasi ini, karena tidak hanya berkaitan dengan PPDB tetapi juga seluruh masalah pendidikan akan diselesaikan dengan PPDB.”
Sistem zonasi digunakan pula untuk pemerataan guru di tiap-tiap zona. Setelah PPBD usai, setiap daerah akan menerapkan program redistribusi guru. Hal ini diperlukan agar guru-guru yang ada merata.
Penyebaran guru akan dilakukan pada setiap status guru, mulai dari status guru yang PNS dan bersertifikasi, PNS belum bersertifikasi, maupun guru honorer tidak tetap belum bersertifikat.

Mendikbud meminta pemerintah daerah untuk memiliki kemauan melakukan redistribusi guru. Hal ini disebabkan karema di sejumlah daerah masih ada tingkat kesenjangan yang tinggi. Sistem zonasi menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Pangkep, H. Syarkawi akan membantu agar pemerataan guru terjadi.
“Guru harus mau dipindah, kalaupun pindah hanya dalam satu zona saja,” tandasnya.

Salah satu persoalan pokok pendidikan adalah tidak meratanya guru. Guru-guru lebih banyak berada di perkotaan dibandingkan di daerah terpencil. Akibatnya sejumlah sekolah yang terdapat di daerah terpencil kekurangan guru.
Oleh karena itu, aturan sistem zonasi rencananya akan dinaikkan menjadi peraturan presiden. Setelah redistribusi guru, sistem zonasi tersebut juga akan dipakai untuk intervensi peningkatan sarana-prasarana sekolah, kurikulum dan penataan dilakukan menyeluruh berbasis pada zonasi yang ada di daerah tersebut.

Menurut H. Syarkawi, daya tampung sekolah di Kabupaten Pangkep sangat kuat. Itulah sebabnya, kami akan melakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa saat ini tidak ada lagi istilah sekolah favorit, sekolah unggulan, sekolah andalan dan sebagainya. Status sekolah semua sama sesuai undang-undang.
Menyinggung tentang sistem zonasi di Kabupaten Pangkep, SMA Negeri 1 Pangkep, tahun pelajaram 2019 – 2020 akan menerima siswa baru sebanyak 11 rombel, dimana setiap rombel menampung 35 siswa termasuk yang tinggal kelas.

Menyinggung tentang SMA Negeri 11 dan SMA Negeri 13 Pangkep, kedua sekolah tersebut non zonasi karena berstatus boarding school, tandas H. Syarkawi. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here