Beranda Pendidikan SD Negeri 13 Siloro, Sekolah Tepencil yang Berprestasi

SD Negeri 13 Siloro, Sekolah Tepencil yang Berprestasi

93
0


TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Menyaksikan letak SD Negeri 13 Siloro Kecamatan Bungoro yang memang sangat tepencil. Bukan berarti murid-muridnya tidak memiliki kemampuan handal.
***
Terbukti, pada setiap ada even maupun kegiatan lomba yang dilaksanakan di kecamatan, kabupaten maupun tingkat provinsi, murid-murid SD Negeri 13 Siloro senantiasa berperan aktif. Bahkan, hampir semua even maupun kegiatan lomba yang diikuti senantiasa memperoleh predikat terbaik. Bahkan, baru-barui ini, murid-murid SD Negeri 13 Siloro meraih predikat tergiat 1 Pramuka Tinghkat Kabupaten Pangkep serta siap meraih prestasi terbaik pada seleksi OSN, ungkap Kepala SD Negeri 13 Siloro Kecamatan Bungoro, Hj. Muliati, S.Pd. saat bincang-bincang dengan wartawan anda di sela-sela pelaksanaan seleksi OSN tingkat Kecamatan di SD Negeri 3 Sambung Jawa Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sabtu (9/3/2019).
Lembaga pendidikan dasar SD Negeri 13 Siloro Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, membina 170 anak didik dengan tenaga pendidik (guru) PNS sebanyak 5 orang, sementara honorer sebanyak 9 orang bertekad mencerdaskan anak didiknya.
Memang perlu dipahami bahwa tujuan kegiatan belajar mengajar di kelas adalah menguasai kompetensi atau tujuan pembelajaran oleh siswa. Tugas guru yaitu melakukan pengelolaan pembelajaran (mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian). Hal ini ditujukan agar anak didik dapat mencapai tujuan belajar secara maksimal.
Untuk itu, ada lima langkah yang kami terapkan untuk membuat siswa senang belajar di kelas yaitu menciptakan lingkungan yang menginspirasi, melakukan proses belajar yang efektif dan menyenangkan, menciptakan suasana kompetisi kelas yang menantang, mencari sumber belajar yang bermutu serta memberi bantuan belajar yang siap siaga, tandas Hj. Muliati.
Menurut Hj. Muliati, lingkungan berpengaruh besar terhadap perilaku individu, termasuk juga dengan lingkungan kelas. Oleh karena itu, lingkungan kelas harus memiliki pengaruh positif terhadap siswa. Agar semangat belajar siswa tumbuh, maka lingkungan kelas sebaiknya bisa menginspirasi siswa untuk belajar.
Mulai dari cahaya, udara, warna, sarana, dan sebagainya. Jika ruangan kelas kurang cahaya dan udara, maka akan menyesakkan dada dan membuat mata lelah. Kemudian untuk penentuan warna, usahakan pilih yang cerah. Jangan lupa sertakan pajangan yang inspiratif. Tokoh-tokoh hebat, kalimat motivasi, hasil karya siswa, alat peraga, dan lain-lain.
Suasana hati siswa juga dipengaruhi dengan suasana belajar di kelas. Dengan demikian, jika proses berjalan dengan menyenangkan, maka motivasi belajar siswa otomatis meningkat. Kelas jadi lebih interaktif karena keaktifan siswa. Untuk menciptakan proses yang menyenagkan, teknik penilaian pun harus disiapkan secara variatif. Ajukan pertanyaan pada siswa sesuai pada apa yang hendak diukur.
Agar kreativitas dan orisinalitas bangkit, maka perlu dibuat pertanyaan terbuka. Pertanyaan ini sifatnya membuat siswa merasa tertantang untuk mencapai sesuatu yang lebih, namun tetap dalam jangkauan. Jika pertanyaan itu-itu saja, terlalu mudah, maka semangat siswa untuk memberikan usaha lebih tidak akan bangkit. Pun sebaliknya, apabila terlalu sulit maka bisa mematikan usaha siswa. Untuk itu, Anda harus menjadi guru yang kreatif.
Pada umumnya, setiap individu akan merasa bangga jika memiliki sesuatu yang lebih dibanding orang lain. Sebut saja lebih pandai, lebih berhasil, lebih baik, dan masih banyak lagi. Begitu juga sebaliknya, orang akan merasa sedih jika dirinya berada di bawah orang lain. Misalnya, lebih bodoh, paling malas, selalu gagal, dan lainnya. Nah, dari sinilah setiap orang punya naluri untuk berkompetisi.
Sebagai guru, Mereka perlu menyiapkan strategi agar kompetisi yang terjadi di kelas berjalan dengan baik. Aturlah agar kompetisi tetap bisa diikuti oleh seluruh siswa dan menghasilkan juara bergilir setiap waktu. Jadi tidak melulu siswa yang itu-itu saja yang menang. Biarkan setiap siswa memiliki kesempatan menjadi juara di bidangnya masing-masing.
Acapkali siswa enggan belajar karena kurang memadainya sumber pembelajaran. Sumber belajar yang memadai haruslah mendukung kurikulum, berkaitan dengan pengembangan diri, serta pengembangan karir. Buku cetak yang terpercaya, audio, video, media ajar yang menarik sehingga siswa tidak jenuh dengan penyampaian materi yang monoton. Semakin beragam dan lengkap sumber yang tersedia di kelas, akan makin besar kecenderungan siswa suka belajar.
Ketika siswa mengalami kesulitan belajar, mereka butuh bantuan dari yang lebih paham. Jika bantuan yang dibutuhkan tidak ada, maka akan timbul kecenderungan siswa malas melanjutkan belajar. Bantuan belajar di sini bisa berasal dari guru kelas, atau guru lain yang ditugaskan membantu siswa. Jadi, dengan disediakannya bantuan belajar bagi siswa di kelas, maka mereka akan lebih suka belajar.
Itulah lima langkah yang bisa bapak/ibu guru terapkan agar siswa betah belajar di dalam kelas. Semoga artikel ini bermanfaat ya. Sampaikan feedback Anda di kolom komentar ya. Tetap semangat mencerdaskan bangsa ya, bapak/ibu guru! (sn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here