Beranda Aktualita Perjalanan Pemerintahan Enrekang Stagnan

Perjalanan Pemerintahan Enrekang Stagnan

48
0

TEROPONGBULUSARAUNG.COM, ENREKANG – Perjalanan Pemerintahan Kabupaten Enrekang beberapa tahun terakhir bisa dikatakan stagnan. Bahkan cenderung gagal dalam melihat dan mengembangkan potensi yang ada.
***

Pemerintah Kabupaten Enrekang tidak mampu mengemas “produk lokal” menjadi sebuah peluang yang bisa dikembangkan.
Kita mesti menyadari, wilayah Massenrempulu didominasi oleh kawasan pertanian dan wisata. Pertanian adalah bidang pekerjaan utama dari masyarakat Enrekang.
Sebagai contoh, Kecamatan Anggeraja yang kaya dengan hasil pertanian ditambah dengan Destinasi Wisata yang tersebar dibeberapa Desa di wilayah Anggeraja dan banyak lagi potensi yang bisa di kembangkan dan dipromosikan, ungkap sejumlah warga masyarakat Anggeraja Kabupaten Enrekang, belum lama ini.
Menilik dari khusus wilayah Anggeraja yang identik dengan” Bawang Merah ” adalah lumbungnya di Kabupaten Enrekang, namun sayang Pemerintah tidak tergerak hati untuk menggali dan mengembangkan potensi yang begitu besar dan sangat menjanjikan tersebut.
Apalagi beberapa bulan terakhir ini hasil panen ubi jalar begitu banyak boleh di kata “over dosis” sehingga harga jual anjlok dan lebih parah lagi tidak dilirik para pedagang hingga berita ini turunkan selain harga anjlok, permintaan dari pedangang minim.
Lantas, bagaimana dengan tempat-tempat pariwisata yang belum memiliki penunjang. Bukankah ini masih pekerjaan lama yang belum tuntas dan dihadapkan dengan tantangan baru.
Semoga saja dalam Pemerintahan Jilid II dapat mengaplikasi janji serta tekad membangun Daerah ini sungguh. Sebab kondisi pemerintahan Kabupaten Enrekang masih jalan ditempat, belum sepenuhnya menjalankan visi “EMAS ” Enrekang maju, Enrekang Aman dan Enrekang Sejahtera.
Hanya sebuah kemampuan menjalankan tanggung jawab birokrasi tapi visi perubahan belum terealisasi.
Wilayah Massenrempulu adalah wilayah yang potensial, Pertanian dan pariwisata terbentang sepanjang wilayah Kabupaten Enrekang mulai dari Maiwa sampai Alla yang sangat menjanjikan dan harapan di masa depan bila di kelola dengan baik oleh pemimpin yang bijak niscaya Enrekang akan semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera, ungkap sejumlah sumber teropong bulusaraung.
Padahal potensi komoditas pertanian yang melimpah, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendorong Kabupaten Enrekang jadi destinasi wisata Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam kunjungannya di Enrekang, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Enrekang selama ini sudah dikenal sebagai pusat penghasil sejumlah komoditas pertanian unggulan. Seperti sentra utama sayur-mayur ke kawasan timur Indonesia. Juga penghasil kopi terbaik dan beberapa komoditas buah.
“Enrekang ini didukung dengan alam dan pemandangan yang cantik. Ini sebenarnya bisa jadi destinasi agrowisata. Pemkab Enrekang harus sudah ke arah sana untuk menambah PAD,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Wagub menambahkan, destinasi agrowisata sudah lama dikembangkan di Jawa. Baik di daerah Malang, Jawa Timur, Lembang di Jawa Barat dan daerah lainnya. Konsepnya bisa ditiru dan diterapkan di Enrekang. Misalnya pengunjung bisa datang memetik dan menikmati langsung buah di kebun.
“Ini sangat potensial di Enrekang, jadi agrowisata dikelola masyarakat atau petani sedangkan pemkab menjadi fasilitator. Jadi ada tambahan pendapatan baru untuk petani. Ada pasar wisata baru digarap,” jelasnya.

Wagub menambahkan, Pemprov juga berencana membangun rest area di Enrekang. Namun pihaknya berharap tak ada persoalan lahan. Pemprov sudah menetapkan 10 titik perencanaan pembangunan rest area. “Kami tinjau lahan di Buttu Macca, Kecamatan Anggeraja. Viewnya sangat cantik. Ini layak sisa menunggu kajian atau desain dari Pemkab Enrekang,” bebernya.
Pemprov sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan rest area sekitar Rp20 miliar. Namun baru akan diserahkan ketika kajian lahan rest area tak lagi bermasalah. “Jadi dana rest area nanti menyusul. Bantuan pemprov untuk tahap awal ini baru senilai Rp7 miliar. Ini untuk proyek infrastruktur jalan di Enrekang,” ujarnya.
Bupati Enrekang, Muslimin Bando menjelaskan, konsep agrowisata sudah sementara tahap pengembangan. Kata bupati, untuk agrowisata kopi dibuka di kawasan Benteng Alla Kecamatan Baroko.
Selain itu, Dinas Pariwisata juga akan mengembangkan agrowisata durian di Desa Kaluppang, Kecamatan Maiwa.

“Itu beberapa destinasi agrowisata yang akan dicoba. Tetapi memang perlu kerja sama lintas OPD agar penataan kawasan agrowisata lebih maksimal,” jelas Muslimin Bando. Terkait rencana rest area, pihaknya berharap tak ada lagi persoalan kesiapan lahan. Pemkab sudah menyiapkan kawasan di sekitar area wisata Gunung Nona. Salah satunya di kawasan Buttu Macca.”Lokasinya dekat dengan jalan poros ke Toraja. Viewnya juga sangat indah. Saya kira lahannya memadai untuk membangun rest area. Bisa ada pusat kuliner, minimarket, sarana ibadah dan sebagainya,” pungkasnya. (annas )

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here