Beranda Pendidikan Penyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata warnai Peringatan Hardiknas

Penyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata warnai Peringatan Hardiknas

88
0


TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Penyerahan penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Pangkep kepada 15 lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Pangkep mewarnai puncak upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2019 di halaman Kantor Bupati Pangkep, Kamis (2/5/2019).
***

Meski hujan deras mengguyur daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep tidak menyurutkan semangat para pendekar pendidikan mengikuti puncak upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini.
Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS, adalah hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya, ungkap Wakil Bupati Pangkep H. Syahban Sammana, SH.

Menurut H. Syahban Sammana, dunia pendidikan kita saat ini menghadapi dua tantangan yang serius, yakni perubahan perilaku sosial dan perilaku individual yang merusak nilai-nilai adiluhung bangsa.
Pertama , politik, terutama pilkada dan pilpres telah banyak mengubah karakter dan perilaku sosial kita.
Karakter agung masyarakat kita yang relijius, jujur, toleran atau saling menghormati, kalem, dan murah senyum. Dalam pergaulan sehari-hari, terutama di dunia media sosial, sifat-sifat itu terasa semakin menjauh.

Masyarakat kita menjadi semakin mudah marah, mudah menghina dan mengejek, mudah menyalahkan orang lain, dan agresif menyerang pihak lain yang bersebarangan atau berbeda pilihan politiknya.

Perubahan sifat itu menjadi semakin mengkhawatirkan dengan maraknya penyebaran infomasi tanpa klarifikasi, tanpa mencari sumbernya yang sering kali berupa informasi palsu, bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) antar sesama.
Inilah kenyataan kontestasi politik di era post truth yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi dalam dunia medsos.

Dan, yang paling mengagetkan kita semua adalah bahwa pelakunya menurut berbagai survei tidak terkait dengan tingkat usia maupun pendidikan.

Banyak riset dan survei menemukan bahwa tingkat pendidikan tidak banyak mempengaruhi kontrol diri pelaku dengan tingkat pendidikan tinggi. Siapa saja yang memegang gawai (gadget) dan aktif di media sosial sangat berpotensi melakukan tindakan tak terpuji tersebut. Disinlah pentingnya pendidikan untuk semakin digeliatkan dengan senantiasa memberikan peran penting terhadap para pendidik (guru).

Menjadi guru sejatinya adalah menjalankan peran yang sangat mulia. Mulia karena ditangan seorang guru lah akan lahir generasi-generasi penerus bangsa. Di tangannya pula lah akan muncul tokoh-tokoh atau kaum intelektual yang akan menjadi agent of change. Maka sudah sepatutnya seorang guru bersyukur dengan karunia yang luar biasa ini. Pemerintah pun telah meningkatkan kesejahteraan para guru dengan menaikkan gaji mereka. Bagi yang berstatus PNS, ada gaji pokok ditambah tunjangan daerah. Besarnya gaji tergantung golongan mereka. Besarnya tunjangan juga tergantung dari besarnya anggaran yang disediakan oleh daerah masing-masing. Bagi guru-guru yang sudah mendapatkan sertifikasi, total penghasilan mereka dalam satu bulan bisa mencapai 4-5 juta. Tentu gaji yang bisa dibilang sudah mencukupi. Dengan gaji sekian, rasanya tak perlu lagi khawatir memikirkan biaya hidup. Makanya tak heran hari ini orang-orang berlomba-lomba untuk menjadi guru. Dimana-mana peminat profesi ini terus mengalami peningkatan karena kebutuhan terhadap guru juga meningkat.
Adanya perhatian serius dari pemerintah hendaknya menjadi penyulut semangat bagi pahlawan tanpa tanda jasa ini agar terus meningkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu. Tidak sekedar menjalankan tugas, namun harus memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di tanah air. Tidak sekedar masuk ke kelas dan memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. Tidak juga sekedar melaksanakan tanggung jawab. Namun lebih dari itu yakni menjadi guru yang kreatif, berwawasan, professional, bermoral, kompeten dan pendorong perubahan. (*).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here