Beranda Hukum & Kriminal Pembangunan Infrastruktur Desa PADAKKALAWA Diduga Bermasalah

Pembangunan Infrastruktur Desa PADAKKALAWA Diduga Bermasalah

47
0


TEROPONGBULUSARAUNG. COM, PINRANG – Pembangunan infrastruktur jalan di Desa Padakkalawa Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2019 dengan ratusan juta rupiah, diduga bermasalah.
***
Kepala Desa Padakkalawa yang sementara melaksanakan pembangunan Infrastruktur di Wilayahnya berupa Drainase, Rabat Beton, di dua lokasi yaitu di Dusun Tanreassona dan Padakkalawa menuai sorotan tajam dari warga yang memahami tekhnis pembangunan infrastruktur.
Kepala Desa mengaku dirinya rajin mengamati pembuatan jalan yang sedang berlangsung hampir tiap hari, ungkapnya di hadapan Wartawan ketika di temui di lokaasi pada hari Rabu 20/11/19.
Ketika di lakukan pengamatan pada kondisi jalan tersebut Kades Padakkalawa, Haedar Ahmad terkesan panik dan langsung memanggil pengelola pekerjaan jalan yang akrab disapa Pacie bersama rekannya, serta masyarakat di sekitar.
Anenya mereka sepakat mengatakan pekerjaan Rabat Beton sudah bagus, tidak ada masalah sesuai RAB. Katanya kepala tukang pun bekerja sesuai pedoman RAB ungkapnya. Namun ketika kami awak media bersama anggota LSM memintai keterangan warga Dusun yang lainnya mengatakan pekerjaan Rabat Beton ini diduga bermasalah.
Dua orang warga lainnya menunjukkan kondisi jalan Beton 3 bagian nampak jelas sudah retak memanjang mulai permukaan sampai dasarnya serta di tepi bagian bawah jalan longsor ke selokan di sebabkan terlalu banyak pasir pada landasan Rabat Beton tersebut.
Pada hari Sabtu 23/11/2019, seorang tokoh masyarakat Dusun Tanreassonan berinisial Em menemui awak media dan LSM untuk mengungkap kejanggalan – kejanggalan pada pekerjaan jalan Rabat Beton yang dikerjakan di Dusunnya. Beliau mengungkapkan bahwa campuran semen pada pengecoran Rabat Beton terkesan kurang disertai landasan atau lapisan dasar pengecoran batu kerikil Cipping kemudian di tutupi Pasir yang tebal dan tidak di padatkan dahulu, kemudian di guyur campuran Corbeton.
Hal itu bisa menyebabkan amblasnya badan jalan Beton. Menurut Em, campuran Cor memakai 1 Zak Semen Bosowa 40 Kg, 6 Ember Pasir, 7. Ember Kerikil cipping, 1 m persegi jadinya. Kemudian adonan Cor tersebut hanya memakai Semen 1 Zak 40 Kg saja. Ataukah 6 Ember Pasir, 7 Ember Kerikil cipping, kemudian keseluruhan panjang dan lebar jalan ini memakai 250 zak Semen 40 Kg hasilnya 360 meter persegi.
Semestinya 360 Zak Semen yang di pake jadinya 360 meter persegi pula jadinya, maka selisihnya banyak sekali itu, kodong… !!, tapi volume jalan ini hanya 250 meter berapa memang ke untungannya. Semestinya Adonan tersebut memakai Semen 50 Kg. Selain dari pada keuntungan langsung dari hasil pekerjaan rabat Beton tedrsebut.
Sejumlah masyarakat memohon kiranya pihak kejaksaan bersama Polres Pinrang segera turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi dari warga. (tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here