Beranda Aktualita Memetik Keteladanan Rasulullah SAW Jamaah Mesjid Nurul Fatimah Peringati Maulid Nabi Muhammad...

Memetik Keteladanan Rasulullah SAW Jamaah Mesjid Nurul Fatimah Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw

109
0


TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Jamaah Mesjid Nurul Fatimah Kelurahan Paddoang-doangan Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.
***
Peringatan Maulid Nabi atau hari lahirnya Rasulullah Muhammad SAW 1440 H yang berlangsung di Masjid Nurul Fatimah Matahari Kabupaten Pangkep, Sabtu (8/12/2018) menjadi makna penting bagi umat muslim di Kompleks Perumahan Pemda Pangkep dan sekitarnya untuk memetik keteladanan rasulullah, Nabi Muhammad SAW dalam hidup iman.
Dengan mengusung tema, “Memetik Keteladanan Rasululullah Muhammad SAW, pengurus Masjid Nurul Fatimah bersama Majelis Taklim Nurul Fatimah Matahari menghadirkan ustaz kondang Putra daerah Kabupaten Pangkep, Dr. Syamsuddin , M.Pd.I
Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW adalah sosok pemimpin penuh kasih sayang kepada setiap orang (sahabat dan keluarganya), lemah lembut serta santun dalam bercakap.
Al Ustaz Syamsuddin mengatakan, tiap pagi, Rasulullah Muhammad SAW menyuapi pengemis Yahudi Buta yang mencelanya.
Di sudut pasar Madinah Al Munawarah, ada seorang Yahudi yang buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata:
“Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya, maka kalian akan di pengaruhinya.”

Hampir setiap pagi, Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah katapun Rasul menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.
Rasulullah SAW melakukan hal itu hingga beliau menjelang wafat. Setelah Rasulullah wafat, tak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi dan yang menyuapi orang Yahudi yang buta itu.
Suatu hari Abu Bakar ra berkunjung ke rumah anaknya (Aisyah). Beliau bertanya kepada Aisyah: “Anakku, adakah sunnah Rasul yang belum aku kerjakan?”. Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya: “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah saja. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja“, ucap Aisyah.

“Apakah itu?” Tanya Abu Bakar. “Setiap pagi, Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana“, jawab Aisyah.

Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, tiba-tiba pengemis itu marah sambil berteriak: “Siapa kamu…!!!” Abu Bakar menjawab: “Aku orang yang biasa“. “Bukan…!!! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku.” sahut pengemis buta itu.
Lalu pengemis itu melanjutkan bicaranya: “Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu, baru setelah itu ia berikan makanan itu kepadaku.”
Abu Bakar yang mendengar jawaban orang buta itu kemudian menangis sambil berkata: “Aku memang bukan yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad, Rasulullah SAW.”

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, pengemis itu pun menangis dan kemudian berkata “Benarkah demikian?”, tanya pengemis, kepalanya tertunduk dan air matanya mulai menetes.

“Selama ini aku selalu menghinanya dan menfitnahnya”, lanjutnya. Tetapi ia tidak pernah marah kepadaku, sedikitpun!”, ucap sang pengemis Yahudi sambil menangis terisak.

“Ia selalu mendatangiku, sambil menyuapiku dengan cara yang sangat lemah lembut…” sambil menahan kesedihan… namun akhirnya dia pun menangis.

Lalu ditengah tangisannya, sang pengemis Yahudi itupun berteriak, “Ia begitu mulia… Ia begitu mulia…!!!” sambil mendongakkan kepalanya kearah langit biru. Kedua tangannya dibuka lebar seperti berdoa, dan kemudian kembali duduk simpuh.

Spontan, mereka berpelukan. Mereka berdua larut dalam tangisan. Tangisan kehilangan seseorang yang paling mulia sepanjang masa. Lalu sesaat mereka terdiam, kemudian pengemis Yahudi buta itu meminta kepada Abu Bakar untuk menuntunnya bersyahadat.
Pengemis itupun bersyahadat… bersyahadat dihadapan Abu Bakar. Jadilah pengemis itu seorang muslim yang berserah diri kepada Allah SWT. Subhanallah…
“Nah, setiap muslim – muslimah, kalau mau masuk surga, teladani keteladanan Rasulullah Muhammad SAW yang lemah lembut, kasih sayang kepada isteri dan sahabat-sahabatnya,” kata Ustaz Syamsuddin menegaskan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here