Beranda Politik Jauhkan Politik Identitas..!!!

Jauhkan Politik Identitas..!!!

126
0

TEROPONGBULUSARAUNG.COM, JAKARTA   –  Tidak lama lagi, gelaran Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019 akan berlangsung. Seiring dengan  hal tersebut, semua pihak harus menghindari politik identitas dengan menggunakan isu SARA demi mencapai tujuan politiknya.

***

Ketua Bidang Hubungan Legislatif dan Eksekutif DPP Partai Golkar, Yahya Zaini mengatakan politik identitas rawan menyulut konflik sosial dan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Maraknya politik identitas dalam kontestasi politik akan sangat berbahaya, apalagi ditambah dengan ujaran-ujaran kebencian yang masif di Medsos,” ujar Yahya seperti keterangan tertulisnya, Rabu (27/12).

Yahya menilai politik identitas mewarnai pertarungan di Pilkada dan Pemilu mendatang. Hal ini lantaran masih ada kelompok dan kekuatan yang terus berusaha menduplikasi kesuksesan Pilkada Jakarta untuk daerah-daerah lain, bahkan pada Pilpres mendatang.

Padahal, sambung Yahya yang terpenting sebenarnya bukanlah kemenangan dalam Pilkada ataupun Pilpres nanti, melainkan menjaga kebhinnekaan alias keragaman.

“Keragaman adalah rahmat yang mesti jadi kekuatan untuk kebangkitan bangsa, bukan sebagai penghalang, apalagi perusak,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, meski situasi politik semakin menghangat dan dinamis, kebhinekaan harus dijaga erat. Persaingan politik tidak boleh merusak persaudaraan sesama anak bangsa.

Nah, untuk mencegah menguatnya politik identitas, Yahya menekankan agar para elite politik harus sadar dan sepakat bahwa mereka harus bersaing secara sportif dan menjunjung etika.

Persaingan politik, kata Yahya harus diisi dengan prestasi, program, dan keberpihakan yang nyata pada rakyat. Komitmen untuk bersaing secara santun harus menjadi konsensus.

Diingatkannya bahwa tujuan berpolitik sesungguhnya untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga keutuhan NKRI, serta mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“Mari kita jaga bersama kontestasi politik yang akan kita hadapi dengan kompetisi yang sehat. Sehingga politik menjadi sarana membangun peradaban bangsa yang lebih baik,” pungkas Yahya. (abd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here