Beranda Politik Gerakan Mahasiswa & Pemuda Indonesia, Siap Mendukung Pilkada Serentak

Gerakan Mahasiswa & Pemuda Indonesia, Siap Mendukung Pilkada Serentak

43
0

TEROPONG BULUSARAUNG. COM, MAKASSAR – Sudah menjadi tuagas dan kewajiban Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa & Pemuda Republik Indonesia (GMP – RI) mendukung dan menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan tahun 2020.
***

Setelah penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu), pemilihan legislatif 2019. Tahun 2020, tepatnya 23 September 2020 akan diselenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) di 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

“Pilkada serentak bukan merupakan ajang coba-coba bagi para pendatang baru”, tandas dewan pembina DPP GMP – RI, Faisal Akbar Putra Negara
Untuk itu, kata dia, bagi para pendatang baru harus lebih agresif memperkenalkan diri. Sebab, para pendatang baru tak memiliki satu modal utama yang sudah dipegang para petahana, yaitu popularitas dan elektabilitas.

“Kalau mau imbangi popularitas dan elektabilitas petahana, pendatang baru harus sadar diri, jangan merasa kuat sebelum bertanding,” tandas Faisal Akbar Putra Negara, Ahad (11/8/2019).

Dia menjelaskan, masyarakat tentu sudah mengetahui sepak terjang calon petahana.

Sementara itu, bagi para pendatang baru, sebagus apapun gagasan yang ditawarkan terasa percuma jika tidak sampai pada masyarakat.
Dia menyarankan para pendatang baru lebih aktif bergerak terjun di lapangan dan menampilkan terobosan dalam upaya pengenalan diri serta gagasan yang ditawarkan.

Para pendatang baru pun perlu menyesuaikan diri dengan segmen masyarakat yang ditemui.

Menurut Faisal Akbar, para pendatang baru tak perlu terjebak pada dikotomi, termasuk melakukan black campaign, melainkan merangkul semua kalangan.

“Membaur dengan lingkungan sekitar, kalau ketemu anak muda ya pakai gaya anak muda, sesuaikan segmentasi. Kalau ketemu tokoh ya tampil sopan,” imbuh Faisal Akbar.

Selain aktif terjun di lapangan, kata dia, para pendatang baru juga perlu bermain pada tatanan media sosial dan media mainstream atau arus utama sebagai bentuk keterbukaan pada public, serta jangan mudah terbuai hasil survei internal.

Dia menambahkan, hasil survei hanya tolok ukur atau alat sementara untuk melihat persepsi publik, bukan sebagai penentu yang pasti saat pemilihan terjadi.

“Jangan lupa media sosial dan media mainstream harus berjalan seiringan dalam menopang gagasan,” tambahnya.

Dewan pembina DPP GMP – RI, Faisal Akbar Putra Negara mengemukakan, sudah menjadi tugas dan kewajiban gerakan mahasiswa & pemuda Republik Indonesia mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here