Beranda Aktualita Berinfak Di Jalan Allah SWT

Berinfak Di Jalan Allah SWT

38
0

TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Berinfak di jalan Allah termasuk kunci rezki. Yang dimaksud dengan infak di sini adalah infak yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfaq kepada orang-orang fakir dan berinfak di jalan Allah untuk menolong agama.
***
Ada beberapa nash dalam Al-Qur’anul karim dan Al-Hadits Asy-Syarif yang menunjukkan bahwa orang yang berinfak di jalan Allah akan diganti oleh Allah di dunia. Disamping, tentunya apa yang disediakan oleh Allah baginya dari pahala yang besar di akhirat, ungkap Al Ustadz Dr. Ibrahim Nurdin dihadapan ratusan jamaah Masjid Nurul Fatimah Matahari Kelurahan Paddoang-doangan serangkaian penyerahan hadiah lomba “Semarak Ramadhan” 1440 H yang diselenggarakan remaja Masjid Nurul Fatimah, Senin (27/5/2019) malam.
Firman Allah.
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik” [Saba’/34 : 39]
Dalam menafsirkan ayat di atas, Ibrahim Nurdin berkata : “Betapapun sedikit apa yang kamu infakkan dari apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan apa yang diperbolehkanNya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits :
Imam Ar-Razi berkata, ‘Firman Allah : “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya” adalah realisasi dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
مَا مِنْ يَوْمِ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا : اَللَّهُمِّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفَا، وَيَقُوْلُ الآْخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفَا
“Tidaklah para hamba berada di pagi hari, melainkan pada pagi itu terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak’, sedang yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan (harta) kepada orang yang menahan (hartanya)….” [Al-Hadits].
Yang demikian itu karena Allah adalah Penguasa, Mahatinggi dan Mahakaya. Maka jika Dia berkata : “Nafkahkanlah dan Aku yang akan menggantinya”, maka itu sama dengan janji yang pasti Ia tepati. Sebagaimana jika Dia berkata : ‘Lemparkalah barangmu ke dalam laut dan Aku menjaminnya”
Maka, barangsiapa berinfak berarti dia telah memenuhi syarat untuk mendapatkan ganti. Sebaliknya, siapa yang tidak berinfak maka hartanya akan lenyap dan dia tidak berhak mendapatkan ganti. Hartanya akan hilang tanpa diganti, artinya lenyap begitu saja.
Di bagian lain, Al Ustadz Dr. Ibrahim Nurdin menyebutkan, ada tiga golongan ahli surga.
Masuk surga adalah impian banyak orang Islam. Betapa banyak ayat Al-Quran dan hadis yang menggambarkan keindahan surga. Seperti di dunia, penduduknya berasal dari berbagai macam golongan. Berikut adalah tiga golongan manusia yang akan menjadi penduduk surga.
Lalu siapakah para penghuni surga itu? Nabi SAW bersabda:
وَأَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلَاثَةٌ ذُو سُلْطَانٍ مُقْسِطٌ مُتَصَدِّقٌ مُوَفَّقٌ وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقِيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَى وَمُسْلِمٍ وَعَفِيفٌ مُتَعَفِّفٌ ذُو عِيَالٍ
Ahli surga ada tiga golongan, yakni: Penguasa yang adil, jujur dan sesuai dengan syariat, orang yang penyayang, hatinya lemah lembut, baik kepada kerabat ataupun kepada orang Muslim, dan orang yang menahan diri (tidak meminta-minta) dan menjaga keluarganya. (HR. Muslim).
1. Penguasa yang adil
Yaitu penguasa yang adil dalam segala hal, sehingga dicintai rakyatnya. Dalam hadis lain, Nabi SAW bersabda,
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ
Ada tujuh golongan yang akan mendapat pelindungan dari Allah (pada hari kiamat), di mana pada hari itu tidak ada perlindungan selain perlindungannnya. Salah satu (dari ketujuh golongan) tersebut ialah pemimpin yang adil. (HR. Al-Bukhari).

2. Orang yang penyayang
Yaitu orang yang berlemah lembut kepada siapapun, baik kepada kerabatnya, ataupun kepada sesama umat Muslim lainnya. Ia tidak pemarah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain. Nabi SAW bersabda,
إِنَّ مِنْ أَكْمَلِ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنَهُمْ خُلُقًا وَأَلْطَفَهُمْ بِأَهْلِهِ
Sesungguhnya orang-orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut kepada keluarganya. (HR. Ahmad).
3. Menjaga kehormatan
Yaitu orang yang menjaga kehormatan dirinya dan keluarganya, salah satunya dengan tidak mudah meminta-minta meskipun dalam keadaan sulit. Nabi SAW Bersabda,
لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَأْتِيَ بِحُزْمَةِ الْحَطَبِ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ
Sungguh seseorang dari kalian yang mengambil tali, lalu mencari seikat kayu bakar dan dibawa di atas punggungnya kemudian dia menjualnya, lalu Allah mencukupkannya dengan (hasil menjual) kayu itu, lebih baik daripada dia meminta-minta kepada manusia, baik manusia itu memberinya ataupun menolaknya. (HR. Al-Bukhari). (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here