Beranda Pendidikan Aminah, S.Pd : Mengabdi Untuk Cerdaskan Anak Pulau Terpencil

Aminah, S.Pd : Mengabdi Untuk Cerdaskan Anak Pulau Terpencil

45
0


TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Bukan basa basi, kalau ada kaum perempuan yang berjuang dan mengabdi mencerdaskan anak kepulauan terpencil di wilayah kepulauan Kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep, dia adalah Aminah, S.Pd.
***

Sebagai anak yang dilahirkan dan dibesarkan di pulau terpencil, Aminah berjuang keras menuntut ilmu hingga harus meninggalkan sanak keluarga sebagai bekal untuk kembali mengabdi di tempat kelahirannya.

Setelah tamat SMA di pulau terpencil Desa Balo-baloang Kecamatan Liukang Tangaya, Aminah mencoba meninggalkan kampung halamannya guna menuntut ilmu di perguruan tinggi di kota Makassar. Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih enam tahun meninggalkan kampung halaman kami bisa meraih pendidikan tinggi dengan menyandang gelar sarjana strata 1 (satu).

Bermodalkan ijazah S1 dari salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar, kami mencoba mendaftarkan diri menjadi PNS. Alhamdulillah kami diterima sebagai guru dan mengabdi di kampung halaman pulau balo-baloang desa Balo-baloang Kecamatan Liukang Tangaya sejak beberapa tahun silam.

“Kami tak pernah merasa puas jika generasi muda dari kepulauan terpencil kecamatan Liukang Tangaya utamanya yang bermukim di pulau balo-baloang desa balo-baloang Kecamatan Liukang Tangaya tak mampu mengenyam pendidikan,” ungkap Aminah saat bincang-bincang dengan wartawan anda di sela-sela penyelenggaraan ramah tamah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2019 di kantor dinas pendidikan Kabupaten Pangkep, Kamis (2/5/2019).

Kondisi riel inilah yang memotivasi kami untuk menuntut ilmu hingga perguruan tinggi. Awalnya terasa berat meninggalkan bapak dan ibu yang bermukim di pulau terpencil. Namun, karena panggilan tanggungjawab sebagai anak kepulauan, nah setelah tamat SMA di pulau balo-baloang Desa Balo-baloang Kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep kami melanjutkan pendidik di PT di Makassar.

Setelah beberapa tahun mengabdi sebagai guru. Akhirnya kami diberi amanah untuk memimpin SMP Negeri 9 Satap Liukang Tangaya.
Selama mengemban amanah sebagai Kepala UPT SMA Negeri 9 Satap Liukang Tangaya, kami senantiasa berkomunikasi dengan sejumlah warga di Pulau Balo-baloang dengan mengajak masyarakat menyekolahkan anak-anaknya minimal hingga tamat SMA.

Memang ada tradisi di kepulauan terpencil yakni mereka lebih senang mengajak anak-anaknya pergi memancing ketimbang bersekolah.
Namun sebagai pendidik, kami tak pernah kehabisan akal bagaimana memotivasi warga untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Alhasil, berkat pendekatan kekeluargaan kini masyarakat berlomba untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.

SMP Negeri 9 Satap Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep yang kami nakhodai kini membina siswa – siswi sebanyak ratusan orang. Baru-baru ini sebanyak 35 siswa-siswi yang tamat setelah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP), kata Aminah menutup perbincangan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here